Man City, klub yang saat ini mempunyai uang tak terbatas akhirnya gagal mencapai kesepakatan dengan Milan perihal masa depan Kaka. Bahkan, mereka hanya mencapai tahap awal negosiasi. City walaupun dibekali dengan transfer budget yang banyak tetap saja tak mampu membeli kesetiaan seorang pemain macam Kaka.
Kaka walau telah diiming-imingi gaji terbesar sepanjang sejarah sepakbola dunia tetap saja bertahan di San Siro. Baginya, kepuasan bermain lebih penting dibanding uang. Memang, segalanya tidak bisa didapat uang walau segalanya butuh uang. Buktinya adalah Kaka yang tidak pindah ke City of Manchester Stadium dikarenakan dia masih sangat mencintai Milan dan ingin sampai tua di AC Milan.
Saya rasa, sulit mencari pemain model Kaka yang religius, tidak sombong, tidak materialistis dan setia. Mungkin "pemain terbaik dunia" pun akan tergiur unutk pindah. Lagipula, Ronaldo tidak memiliki perilaku yang Kaka miliki. Dia amat sombong, matre dan tidak setia dan cepat atau lambat Ronaldo akan meninggalkan Old Trafford (We'll see).
Selasa, Januari 20, 2009
Senin, Januari 19, 2009
Braida Bodoh!!
AC Milan telah melakukan kesalahan besar dengan dijualnya Kaka "The Golden Boy" ke City of Manchester Stadium dengan harga sekitar 110m euro. Milan yang sekarang adalah sebuah tim yang mata duitan karena nekat sekali mereka menjual mereka. Padahal Kaka ingin tua di Milan dan Kaka pun malah bangga ketika Milan merefuse tawaran Madrid dan Chelsea tepat setahun lalu.
Ketika Kaka tahu bahwa Milan menjual dirinya, Kaka pun langsung marah dan menangis sejadi-jadinya di restoran milik Seedorf. Sungguh aneh memang dengan apa yang dilakukan Braida selaku penanggung jawab transfer Kaka ke City. Dia lebih mementingkan uang yang hanya sementara dibanding kesetiaan seorang pemain yang ingin menjadi ikon klub dan juga inin terus bertahan sampai pensiun.
Padahal, dulu Milan adalah sebuah klub yang menghargai kesetiaan seorang pemain macam Pirlo, Gattuso dan Maldini. Saat itu, Gattuso ditawar United namun Milan lebih memilih menolaknya. Hal yang sama juga terjadi pada Pirlo. Saat itu Pirlo ditawar klub tetangga namun Milan pun menolak. Namun mengapa saat Kaka ditawar City, Milan seperti tak berdaya unutk menolak?
Apakah memang kubu Milan lebih butuh uang dibanding kesetiaan pemain dan apresiasi dari para fans. Saya yakin Milan akan jatuh sangat dalam tahun ini jika mereka benar-benar menjual Kaka. Ancelotti, Braida dan Galliani adalah orang bodoh.
Ketika Kaka tahu bahwa Milan menjual dirinya, Kaka pun langsung marah dan menangis sejadi-jadinya di restoran milik Seedorf. Sungguh aneh memang dengan apa yang dilakukan Braida selaku penanggung jawab transfer Kaka ke City. Dia lebih mementingkan uang yang hanya sementara dibanding kesetiaan seorang pemain yang ingin menjadi ikon klub dan juga inin terus bertahan sampai pensiun.
Padahal, dulu Milan adalah sebuah klub yang menghargai kesetiaan seorang pemain macam Pirlo, Gattuso dan Maldini. Saat itu, Gattuso ditawar United namun Milan lebih memilih menolaknya. Hal yang sama juga terjadi pada Pirlo. Saat itu Pirlo ditawar klub tetangga namun Milan pun menolak. Namun mengapa saat Kaka ditawar City, Milan seperti tak berdaya unutk menolak?
Apakah memang kubu Milan lebih butuh uang dibanding kesetiaan pemain dan apresiasi dari para fans. Saya yakin Milan akan jatuh sangat dalam tahun ini jika mereka benar-benar menjual Kaka. Ancelotti, Braida dan Galliani adalah orang bodoh.
Rabu, Januari 14, 2009
Kesalahan di Sekeliling Kita
Telah banyak terjadi kesalahan berbudaya di bumi nusantara ini. Kita tidak menyadarinya bahwa itu adalah sebuah kesalahan besar. Sebaiknya kita perbaiki kesalahan ini agar generasi penerus tidak mewariskan kesalahan demi kesalahan.
Berikut beberapa kesalahan yang saya kumpulkan dari berbagai sumber:
-Memberi uang saat menghadiri resepsi pernikahan
-Memberi label suatu makanan atau minuman dengan label halal
-Tidak memberi uang atau bantuan lain bagi keluarga yang anggota keluarganya meninggal
That's it. I will update it if i know more.
Berikut beberapa kesalahan yang saya kumpulkan dari berbagai sumber:
-Memberi uang saat menghadiri resepsi pernikahan
-Memberi label suatu makanan atau minuman dengan label halal
-Tidak memberi uang atau bantuan lain bagi keluarga yang anggota keluarganya meninggal
That's it. I will update it if i know more.
Kapan Kalian Melakukannya Pemimpin Arab??
Venezuela, sebuah negara di Amerika Selatan yang mempunyai teritori negara yang jauh dari Palestina telah melakukan tindakan yang tidak diprediksi sebelumnya. Venezuela telah mengusir dubes Israel besrta para staffnya untuk angkat kaki dari bumi Venezuela sebagai respon atas agresi Israel yang terus berkelanjutan hingga hari ini dan menewaskan sebanyak 700 orang dan melukai ribuan lainnya.
Sungguh perbuatan yang patut dipuji dan perlu dibanggakan karena ternyata masih ada negara yang berani menentang Israel selain Iran. Padahal, Venezuela mungkin belum terlalu akrab dengan Palestina dan malah mungkin mereka tidak menjalin hubungan diplomatik sama sekali disebabkan jarak yang jauh diantara keduanya.
Tapi ternyata Venezuela lebih peduli terhadap Palestina dibanding Yordani dan Mesir yang sangat dekat dengan Palestina. Tapi malah Mesir tidak berbuat apa-apa malah justru memblokade Gaza dari bantuan kemanusiaan agar penduduk Gaza lebih cepat musnah. Namun, setelah mereka memblokade Gaza, mereka lalu mengutuk aksi Israel di Gaza. Sangat keparat sekali Hosni Mubarak itu.
Lain halnya dengan Arab Saudi yang secara terang-terangan menolak untuk menekan AS dengan kekuatan minyak yang mereka miliki. Mereka lebih mementingkan uang dibanding persahabatan. Aksi berkebalikan justru datang dari negeri tetangga Indonesia, Malaysia. Mereka sudah hampir dipastikan memboikot semua produk Zionis. Juga Indonesia yang telah mengucurkan sebanyak 4 M kepada Palestina.
Walaupun uang yang Indonesia kucurkan tidak banyak namun itu sudah terhitung sangat baik bagi Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang berada dalam krisis berkepanjangan. Dibanding pemimipin Arab yang hanya mengecam dan berdiam diri tidak peduli terhadap apa yang saudara seiman mereka alami. Apakah kecaman mereka berguna sedangkan PBB saja tidak dihiraukan Israel.
Semoga saja bangsa Arab tersentuh hatinya untuk menolong saudara kita di Gaza walaupun apa yang mereka berikan hanya sedikit tapi itu pasti berarti bagi mereka. Amin.
Sungguh perbuatan yang patut dipuji dan perlu dibanggakan karena ternyata masih ada negara yang berani menentang Israel selain Iran. Padahal, Venezuela mungkin belum terlalu akrab dengan Palestina dan malah mungkin mereka tidak menjalin hubungan diplomatik sama sekali disebabkan jarak yang jauh diantara keduanya.
Tapi ternyata Venezuela lebih peduli terhadap Palestina dibanding Yordani dan Mesir yang sangat dekat dengan Palestina. Tapi malah Mesir tidak berbuat apa-apa malah justru memblokade Gaza dari bantuan kemanusiaan agar penduduk Gaza lebih cepat musnah. Namun, setelah mereka memblokade Gaza, mereka lalu mengutuk aksi Israel di Gaza. Sangat keparat sekali Hosni Mubarak itu.
Lain halnya dengan Arab Saudi yang secara terang-terangan menolak untuk menekan AS dengan kekuatan minyak yang mereka miliki. Mereka lebih mementingkan uang dibanding persahabatan. Aksi berkebalikan justru datang dari negeri tetangga Indonesia, Malaysia. Mereka sudah hampir dipastikan memboikot semua produk Zionis. Juga Indonesia yang telah mengucurkan sebanyak 4 M kepada Palestina.
Walaupun uang yang Indonesia kucurkan tidak banyak namun itu sudah terhitung sangat baik bagi Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang berada dalam krisis berkepanjangan. Dibanding pemimipin Arab yang hanya mengecam dan berdiam diri tidak peduli terhadap apa yang saudara seiman mereka alami. Apakah kecaman mereka berguna sedangkan PBB saja tidak dihiraukan Israel.
Semoga saja bangsa Arab tersentuh hatinya untuk menolong saudara kita di Gaza walaupun apa yang mereka berikan hanya sedikit tapi itu pasti berarti bagi mereka. Amin.
Minggu, Januari 11, 2009
Saudi Terlalu Rakus !!
Entah apa alasannya sehingga Arab Saudi akhirnya melontarkan penolakannya untuk menggunakan minyak sebagai senjata untuk membantu saudaranya di Gaza. Arab Saudi telah dengan jelas menolak menggunakan kekuatan minyak yang mereka miliki untuk menekan Amerika Serikat agar menghentikan kejahatan dan kekejian zionis Israel yang telah jelas-jelas melakukan aksi terorisme di Palestina.
Penolakan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Sud Al-Faisal kepada wartawan di New York. Di sela perdebatan Dewan Keamanan mengenai serangan pasukan Israel yang telah menghilangkan tak kurang dari 689 nyawa warga Palestina, Pangeran Sud Al-Faisal menyatakan, "Minyak bukan senjata. Anda tak dapat mengubah suatu konflik dengan menggunakan minyak".
Selanjutnya, ia justru hanya menyerahkan konflik yang terjadi di Gaza tersebut kepada PBB. Menurutnya, Dewan Keamanan PBB lah yang seharusnya menghentikan aksi membabi buta yang dilakukan oleh Israel tersebut. Lebih lengkapnya, ia mengatakan, "Tanggung jawab Dewan Keamananlah untuk membantu mengakhiri setiap konflik segera setelah konflik tersebut muncul. Dan konflik saat ini di Jalur Gaza tidak terkecuali".Dalam tambahannya, Arab Saudi pun menyatakan bahwa jika tuntutan itu tidak di laksanakan, maka perlu dipertanyakan lagi mengenai peran dan eksistensi PBB di dunia internasional.
"Jika Dewan Keamanan tak melakukan tindakan, itu tentu saja menimbulkan tanda-tanya mengenai kredibilitasnya," demikian pernyataan yang ditambahkannya kepada publik.Meskipun Kepala Diplomat Arab Saudi tersebut telah menyampaikan dukungan terhadap resolusi yang diajukan Libya mengenai gencatan senjata yang harus segera diwujudkan antara Israel dan Palestina, namun kepala diplomat luar negeri Peracis, AS, dan Inggris saat ini tengah mengupayakan adanya kesepakatan Dewan mengenai pernyataan yang tidak mengikat, yang akan digunakan untuk mendukung rencana gencatan senjata yang telah diajukan oleh Presiden Mesir, Hosni Mubarak.
Setelah melakukan temu bicara dengan rekannya di Perancis, Nicholas Sakkorzy, Mubarak akhirnya mengajukan usul tiga tahap mengenai diakhirinya Perang antara Hamas dan Israel di Gaza. Berkenaan dengan hal tersebut, Pangeran Saud mengatakan, "Gagasan Presiden Mubarak tak bertentangan atau bertolak belakang dengan usul (Libya) yang diajukan kepada Dewan Keamanan. Sebenarnya, itu melengkapinya," kata Pangeran Saud.Mubarak mengajukan rencana gencatan senjata segera dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan agar akses bantuan kemanusiaan dapat terbuka dan bantuan yang ditujukan ke warga di Jalur Gaza dapat masuk.
Dalam hal ini, Mubarak mengundang kedua belah pihak yang tengah berselisih, yaitu Palestina dan Israel agar datang ke Mesir dan membicarakan masalah keamanan di Jalur Gaza, membuka tempat penyeberangan, serta mencabut blokade yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.Yang lagi-lagi mengecewakan adalah bahwa pada hari Rabu kemarin Dewan Keamanan PBB telah gagal mencapai kata sepakat mengenai solusi untuk menghentikan konflik yang tengah berlangsung di Gaza dalam waktu yang sudah sangat lama tersebut.
Sekali lagi sebuah alasan mengapa para nabi diturunkan di Jazirah Arab, tidak lain karena ketamakan mereka dan juga pengkhianatan mereka atas bangsa lain yang bahkan serumpun juga seiman!! Dimana moral mereka? Dimana akal mereka? Apa yang mereka terapkan dari ajaran yang mereka anut selama ini? Bisakah anda bayangkan betapa sakit hatinya bangsa Palestina melihat kenyataan bahwa saudara mereka lebih menghargai uang daripada nyawa setiap orang?
Bagaimana komentar anda tentang sikap bangsa Saud ini? Tamakkah mereka? Atau anda membenarkan tindakan amoral ini?
Penolakan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Sud Al-Faisal kepada wartawan di New York. Di sela perdebatan Dewan Keamanan mengenai serangan pasukan Israel yang telah menghilangkan tak kurang dari 689 nyawa warga Palestina, Pangeran Sud Al-Faisal menyatakan, "Minyak bukan senjata. Anda tak dapat mengubah suatu konflik dengan menggunakan minyak".
Selanjutnya, ia justru hanya menyerahkan konflik yang terjadi di Gaza tersebut kepada PBB. Menurutnya, Dewan Keamanan PBB lah yang seharusnya menghentikan aksi membabi buta yang dilakukan oleh Israel tersebut. Lebih lengkapnya, ia mengatakan, "Tanggung jawab Dewan Keamananlah untuk membantu mengakhiri setiap konflik segera setelah konflik tersebut muncul. Dan konflik saat ini di Jalur Gaza tidak terkecuali".Dalam tambahannya, Arab Saudi pun menyatakan bahwa jika tuntutan itu tidak di laksanakan, maka perlu dipertanyakan lagi mengenai peran dan eksistensi PBB di dunia internasional.
"Jika Dewan Keamanan tak melakukan tindakan, itu tentu saja menimbulkan tanda-tanya mengenai kredibilitasnya," demikian pernyataan yang ditambahkannya kepada publik.Meskipun Kepala Diplomat Arab Saudi tersebut telah menyampaikan dukungan terhadap resolusi yang diajukan Libya mengenai gencatan senjata yang harus segera diwujudkan antara Israel dan Palestina, namun kepala diplomat luar negeri Peracis, AS, dan Inggris saat ini tengah mengupayakan adanya kesepakatan Dewan mengenai pernyataan yang tidak mengikat, yang akan digunakan untuk mendukung rencana gencatan senjata yang telah diajukan oleh Presiden Mesir, Hosni Mubarak.
Setelah melakukan temu bicara dengan rekannya di Perancis, Nicholas Sakkorzy, Mubarak akhirnya mengajukan usul tiga tahap mengenai diakhirinya Perang antara Hamas dan Israel di Gaza. Berkenaan dengan hal tersebut, Pangeran Saud mengatakan, "Gagasan Presiden Mubarak tak bertentangan atau bertolak belakang dengan usul (Libya) yang diajukan kepada Dewan Keamanan. Sebenarnya, itu melengkapinya," kata Pangeran Saud.Mubarak mengajukan rencana gencatan senjata segera dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan agar akses bantuan kemanusiaan dapat terbuka dan bantuan yang ditujukan ke warga di Jalur Gaza dapat masuk.
Dalam hal ini, Mubarak mengundang kedua belah pihak yang tengah berselisih, yaitu Palestina dan Israel agar datang ke Mesir dan membicarakan masalah keamanan di Jalur Gaza, membuka tempat penyeberangan, serta mencabut blokade yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.Yang lagi-lagi mengecewakan adalah bahwa pada hari Rabu kemarin Dewan Keamanan PBB telah gagal mencapai kata sepakat mengenai solusi untuk menghentikan konflik yang tengah berlangsung di Gaza dalam waktu yang sudah sangat lama tersebut.
Sekali lagi sebuah alasan mengapa para nabi diturunkan di Jazirah Arab, tidak lain karena ketamakan mereka dan juga pengkhianatan mereka atas bangsa lain yang bahkan serumpun juga seiman!! Dimana moral mereka? Dimana akal mereka? Apa yang mereka terapkan dari ajaran yang mereka anut selama ini? Bisakah anda bayangkan betapa sakit hatinya bangsa Palestina melihat kenyataan bahwa saudara mereka lebih menghargai uang daripada nyawa setiap orang?
Bagaimana komentar anda tentang sikap bangsa Saud ini? Tamakkah mereka? Atau anda membenarkan tindakan amoral ini?
Label:
Asal Anda Tahu Saja...,
Islam,
Nasihat Bijak
Sabtu, Januari 03, 2009
Kamis, Januari 01, 2009
Ikhlas atau Merekayasa Kesan??
Seorang mahasiswa memberikan ceramah di depan ratusan jamaah masjid di sebuah dusun kecil. Kebanyakan pendengarnya adalah orang yang tingkat pendidikannya sampai SD saja. Dengan bersemangat ia berkata, "Dalam menghadapi era globalisasi, ketika perilaku umat manusia distandardasi, ketika interpendensi diantara berbagai bangsa terjadi, umat Islam harus mampu melakukan antisipasi."
Mahasiswa itu tahu betul bahwa pendengarnya berlatar pendidikan rendah dan sudah pasti tak memahami pembicaraannya. Tapi, memang ia berceramah bukan untuk memberikan informasi yang dapat dipahami tapi ia sedang mengelola kesan bahwa Mas Mahasiswa itu orang pintar. Buktinya? Pembicaraannya tak dipahami.
Erving Goffman dalam bukunya The Presentation of Self in Everyday Life, menyebut perilaku mahasiswa sebagai penyajian diri (Presentation of Self). Itu artinya mahasiswa tadi tidak ikhlas karena Allah namun agar dipuji orang dan perilaku seperti ini termasuk penyakit hati.
Untuk mengelola kesan, selain pembicaraan (dengan bahasa - bahasa yang asing), kita juga menggunakan visual. Anda busungkan dada anda dengan mata yang menatap lurus ke depan sehingga menimbulkan kesan "BOS".
Sambil mengenakan pakaian trendy dan parfum mahal, anda menyerahkan credit card kepada pelayan restoran. Anda sedang menggunakan penampilan untuk mengelola kesan agar orang tahu bahwa nada adalah pengusaha sukses.
Sumber: Membuka Tirai Kegaiban hal 103 oleh Kang Jalal.
Mahasiswa itu tahu betul bahwa pendengarnya berlatar pendidikan rendah dan sudah pasti tak memahami pembicaraannya. Tapi, memang ia berceramah bukan untuk memberikan informasi yang dapat dipahami tapi ia sedang mengelola kesan bahwa Mas Mahasiswa itu orang pintar. Buktinya? Pembicaraannya tak dipahami.
Erving Goffman dalam bukunya The Presentation of Self in Everyday Life, menyebut perilaku mahasiswa sebagai penyajian diri (Presentation of Self). Itu artinya mahasiswa tadi tidak ikhlas karena Allah namun agar dipuji orang dan perilaku seperti ini termasuk penyakit hati.
Untuk mengelola kesan, selain pembicaraan (dengan bahasa - bahasa yang asing), kita juga menggunakan visual. Anda busungkan dada anda dengan mata yang menatap lurus ke depan sehingga menimbulkan kesan "BOS".
Sambil mengenakan pakaian trendy dan parfum mahal, anda menyerahkan credit card kepada pelayan restoran. Anda sedang menggunakan penampilan untuk mengelola kesan agar orang tahu bahwa nada adalah pengusaha sukses.
Sumber: Membuka Tirai Kegaiban hal 103 oleh Kang Jalal.
Label:
Asal Anda Tahu Saja...,
Islam,
Nasihat Bijak
Langganan:
Postingan (Atom)



